(0287) 472 433 [email protected]

STIKES GOMBONG BANTU WARGA KEKERINGAN

STIKes Muhammadiyah Gombong bersama melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Korp Suka Rela (KSR) dan Pecinta Alam STIKes Muhammadiyah Gombong (PALASIGO)  kembali melakukan bakti sosial di beberapa wilayah kabupaten Kebumen. Kali ini di beberapa desa di wilayah  Kecamatan Karanganyar, Sempor, Alian, Karanggayam, Buayan dan Kecamatan Ayah yang menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan ini.

Kegiatan yang berupa Penyerahan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Desa Wonorejo, Donorojo, Giripurno, Sampang, Pekuncen, Wonokromo, Surotrunan, Penimbun, Karangmaja, Glontor, Jladri, Karangbolong dan Desa Jintung ini diserahkan  langsung oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKes Muhamamdiyah Gombong Sarwono, S.KM, M.Kes (28/10) dihalaman kampus STIKes dan diterima langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen sejumlah 23 tanki air bersih yang didistribusikan ke daerah krisis air.

Hendri TY, M.Kep selaku pembina UKM menyampaikan bahwa kegiatan pemberian bantuan air bersih ini merupakan wujud nyata dalam merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat terutama bagi masyarakat yang membutuhkan di musim kemarau” imbuh Hendri. 

Menyambut baik bantuan dari STIKes Muhamamdiyah Gombong, salah satu perwakilan warga desa penerima bantuan mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada STIKes Muhammadiyah gombong yang sudah memberikan bantuan air bersih di desa kami, ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, khsususnya masyarakat desa yang dilanda kekeringan.

Pemberian bantuan air bersih ini adalah merupakan salah satu bentuk kepedulian STIKes Muhamamdiyah Gombong kepada masyarakat umum, terutama yang sedang mengalami krisis air akibat musim kemarau yang melanda wilayah Kebumen dan sekitarnya belakangan ini.

MASTA PMB 2026 UNIMUGO, JADI AWAL MAHASISWA BARU MENGANAL KAMPUS DAN KEHIDUPAN PERGURUAN TINGGI

Prosesi Penyematan Jas Almamater dan Foto Bersama. Dok. Foto Humas UNIMUGO

GOMBONG – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) melaksanakan Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (MASTA PMB) Tahun Akademik 2026/2027 selama tiga hari, Selasa–Kamis, 29 September–1 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi rangkaian awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan perguruan tinggi, kehidupan akademik, nilai-nilai Kemuhammadiyahan, serta berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di UNIMUGO.

Ketua Panitia MASTA PMB 2026, Tiyan Fathurokhman, M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebelum memasuki rangkaian utama MASTA, panitia telah melaksanakan Matrikulasi dan Technical Meeting sebagai bentuk pembekalan dan persiapan mahasiswa baru.

Matrikulasi memberikan gambaran awal mengenai lingkungan perguruan tinggi, proses pembelajaran, kehidupan akademik, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. Sementara itu, Technical Meeting memberikan pembekalan teknis terkait rangkaian kegiatan MASTA, pembagian kafilah, tata tertib, ketentuan peserta, serta perlengkapan yang harus dipersiapkan.

Setelah melalui kedua tahapan tersebut, mahasiswa baru mengikuti rangkaian utama MASTA selama tiga hari yang meliputi MASTA Universitas, MASTA Ke-IMM-an, dan Ekspo Organisasi Mahasiswa (Ormawa).

Pada hari pertama, MASTA Universitas difokuskan pada pengenalan lingkungan dan kehidupan kampus. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan pimpinan universitas, fakultas, program studi, unit kerja, serta berbagai fasilitas yang tersedia di UNIMUGO.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk memahami kehidupan akademik dan nonakademik sekaligus membangun interaksi dengan sesama mahasiswa baru.

UNIMUGO Siapkan SDM Unggul dan Berkemaju an

Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih UNIMUGO sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.

“Selamat kepada adik-adik mahasiswa baru yang telah memilih Universitas Muhammadiyah Gombong untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.

Rektor menyampaikan bahwa hingga pelaksanaan MASTA PMB 2026, tercatat 1.028 mahasiswa baru yang bergabung di UNIMUGO.

Menurutnya, UNIMUGO terus melakukan berbagai persiapan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, mulai dari penataan akademik, kurikulum, sistem pembelajaran, hingga sarana dan prasarana pendukung pendidikan.

“SDM berkemajuan memiliki beberapa karakter penting, di antaranya akhlak mulia, karakter yang baik, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kemampuan di bidang digital,” jelasnya.

Melalui rangkaian MASTA PMB 2026, UNIMUGO berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memahami nilai-nilai yang menjadi dasar dalam kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

MASTA menjadi langkah awal untuk membangun mahasiswa yang berkarakter, berilmu, berkemajuan, dan siap berkembang selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gombong./TAY

 

UNIMUGO BEKALI 159 MAHASISWA KEPERAWATAN DENGAN KOMPTENSI KEGAWATDARURATAN MELALUI PELATIHAN BTCLS

 

Foto bersama usai kegiatan BTLCS gelombang I dan II Prodi Keperawatan Program Sarjana. Dok.Foto Humas UNIMUGO.

GOMBONG – Sebanyak 159 mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) mengikuti Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Pelatihan dilaksanakan secara blended learning dengan metode pembelajaran selama enam hari, terdiri atas tiga hari secara daring dan tiga hari secara luring. Kegiatan dibagi menjadi dua gelombang untuk memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan terarah kepada seluruh peserta.

Gelombang pertama diikuti oleh 74 peserta dan berlangsung pada 14–19 September 2026. Selanjutnya, gelombang kedua diikuti oleh 85 peserta dan dilaksanakan pada 21–26 September 2026.

Ketua Program Studi Keperawatan Program Sarjana, Ns. Tri Sumarsih, MNS., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan BTCLS tahun ini diikuti oleh 159 mahasiswa. Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan sekaligus keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.

BTCLS merupakan pelatihan yang memberikan pembelajaran mengenai penanganan trauma dan kegawatdaruratan jantung, bantuan hidup dasar, serta tindakan awal pada pasien dalam kondisi kritis. Melalui pembelajaran teori dan praktik, mahasiswa diharapkan mampu memahami langkah penanganan secara sistematis, cepat, tepat, dan sesuai prosedur.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO, Ns. Diah Astutiningrum, M.Kep., dalam sambutannya menekankan pentingnya pembekalan keterampilan kegawatdaruratan bagi mahasiswa keperawatan. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu memberikan respons yang tepat ketika menghadapi pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Pelaksanaan pelatihan BTCLS ini menjadi salah satu bentuk komitmen FIKES UNIMUGO dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga keperawatan yang kompeten, profesional, sigap, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan kegawatdaruratan dalam praktik keperawatan, baik selama proses pendidikan maupun ketika nantinya terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat./TAY

 

ASESMEN LAPANGAN AKREDITASI TEKNIK INDUSTRI UNIMUGO, LANGKAH PENGUATAN MUTU DAN KUALITAS PENDIDIKAN

Asesmen Lapangana AkreditasI Prodi Teknik Industri dilaksanakan secara daring dari Lam-Teknik. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus berkomitmen meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Humaniora, yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan asesmen lapangan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses akreditasi Program Studi Teknik Industri. Melalui kegiatan ini, kesiapan program studi dalam memenuhi standar mutu pendidikan, tata kelola, sumber daya manusia, pembelajaran, sarana prasarana, serta berbagai aspek pendukung lainnya dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UNIMUGO, Fakultas Sains dan Humaniora, Program Studi Teknik Industri, dosen, tenaga kependidikan, serta tim asesor dari LAM Teknik.

Dekan Fakultas Sains dan Humaniora UNIMUGO, Ir. Eko Ari Wibowo, M.T., menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan momentum penting bagi Program Studi Teknik Industri untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan.

Menurutnya, proses akreditasi tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan standar, tetapi juga menjadi kesempatan bagi program studi untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Tim Asesor LAM Teknik, Komarudin, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan proses untuk melihat secara langsung kesesuaian antara dokumen yang telah disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

Proses asesmen dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain verifikasi dokumen, wawancara dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pemangku kepentingan, dan peninjauan berbagai fasilitas pendukung kegiatan akademik.

Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi Teknik Industri UNIMUGO diharapkan semakin mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UNIMUGO dalam mewujudkan program studi yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing, serta terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan dunia industri./TAY

 

BEKALI CALON LULUSAN HADAPI DUNIA KERJA DAN PERKUAT KARAKTER, UNIMUGO GELAR JOB FAIR DAN BAITUL ARQAM PURNA STUDI

Foto peserta terbaik Jobfair dan Baitul Arqam Purna Studi UNIMUGO 2026. Dok.Foto Humas UNIMUGO

GOMBONG, UNIMUGO – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menyelenggarakan Job Fair & Baitul Arqam Purna Studi UNIMUGO 2026 sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa tingkat akhir dan calon wisudawan/wisudawati menghadapi dunia profesional sekaligus memperkuat bekal spiritual dan Kemuhammadiyahan.

Mengusung tema “Membentuk Lulusan Berdaya Saing, Unggul dan Berkarakter untuk UNIMUGO Bertransformasi”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 9–11 September 2026, di lingkungan Universitas Muhammadiyah Gombong.

Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai ruang untuk mempertemukan calon lulusan dengan dunia kerja melalui Job Fair, tetapi juga menjadi wadah pembekalan melalui Baitul Arqam Purna Studi. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih utuh, baik dari sisi kompetensi, wawasan karier, karakter, maupun nilai-nilai Kemuhammadiyahan.

Bekal Memasuki Dunia Profesional

Ketua Panitia, Apt. Muhromim, M.Farm., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa tingkat akhir dan calon wisudawan/wisudawati mengenai Kemuhammadiyahan serta wawasan seputar dunia kerja.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum maupun setelah memasuki dunia profesional. Mulai dari kesiapan menghadapi proses rekrutmen, memahami dinamika dunia kerja, hingga membangun karakter dan sikap profesional.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta memiliki kesiapan yang lebih baik untuk melangkah ke dunia kerja dengan membawa kompetensi, karakter, serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNIMUGO,” demikian pokok laporan Ketua Panitia.

Diikuti 423 Peserta

Antusiasme peserta dalam kegiatan ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 423 peserta mengikuti rangkaian Job Fair & Baitul Arqam Purna Studi UNIMUGO 2026, termasuk 20 peserta yang mengikuti secara online.

Peserta berasal dari berbagai program studi di lingkungan UNIMUGO, meliputi:

Fakultas Ilmu Kesehatan

  • S1 Farmasi: 66 peserta
  • S1 Kebidanan: 52 peserta dan 19 peserta
  • S1 Keperawatan: 52 peserta
  • Profesi Apoteker: 41 peserta
  • D3 Keperawatan: 34 peserta
  • Profesi Ners A: 33 peserta
  • Profesi Ners B: 28 peserta
  • Profesi Bidan: 14 peserta
  • D3 Kebidanan: 10 peserta

Fakultas Sains dan Humaniora

  • S1 Manajemen: 28 peserta
  • S1 Hukum: 17 peserta
  • S1 Teknik Industri: 9 peserta

Selain itu, sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan secara daring.

Menariknya, peserta dari Program Profesi Apoteker berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dari Sulawesi Tengah, Lampung, Batam, Palembang, Lombok, Madura, Denpasar, Kalimantan Barat, Sumbawa, Raja Ampat, Ambon (Maluku), Gorontalo, Sorong (Papua Barat Daya), Bekasi, hingga Tigaraksa, Banten.

Keragaman asal peserta tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kiprah pendidikan UNIMUGO telah menjangkau mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Perkuat Karakter dan Nilai Kemuhammadiyahan

Dalam sambutan Rektor UNIMUGO yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang III, Ns. Dr. Ike Mardiati Agustin, M.Kep., Sp.Kep.J., disampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan nilai yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia profesional.

Melalui Baitul Arqam Purna Studi, calon lulusan diberikan ruang untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Kemuhammadiyahan sebelum menyelesaikan masa studinya.

Sementara melalui Job Fair, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai peluang dan kebutuhan dunia kerja. Perpaduan kedua agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen UNIMUGO dalam menyiapkan lulusan yang unggul, berdaya saing, profesional, serta berkarakter Islami.

Hadirkan Tokoh dan Mitra Strategis

Rangkaian Job Fair & Baitul Arqam Purna Studi UNIMUGO 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber, di antaranya Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., Wakil Menteri P2MI/Perlindungan Pekerja Migran Indonesia; Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Rektor UNIMUGO; Joko Purnomo, M.M., Ketua PDM Kebumen; Dr. Dodok Sartono, S.E., M.M., Sekretaris PWM Jawa Tengah; serta Mintaraga Eman S., Lc., MA., Wakil Ketua PDM Banyumas.

Kehadiran para tokoh tersebut memberikan perspektif yang beragam bagi peserta, khususnya terkait dunia kerja, pengembangan diri, Kemuhammadiyahan, serta tantangan yang akan dihadapi generasi muda setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Langkah Menuju Lulusan UNIMUGO yang Unggul dan Berdampak

Job Fair & Baitul Arqam Purna Studi UNIMUGO 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen UNIMUGO dalam memastikan proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi berlanjut pada kesiapan lulusan untuk berkarya, berkontribusi, dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UNIMUGO terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, memiliki daya saing di dunia kerja, serta tetap membawa nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan dalam setiap langkah pengabdiannya./TAY

 

PENDAMPINGAN PENDIRIAN FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIMUGO SIAPKAN LANGKAH STRATEGIS MENUJU PUSAT KEILMUAN KESEHATAN UNGGULAN

Peninjauan Gedung Fakultas Kedokteran UNIMUGO. Dok. Foto Humas

 

Gombong, 9 September 2026 — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus memantapkan langkah menuju pendirian Fakultas Kedokteran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Pendampingan Pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gombong yang dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUGO, Ir. M. Yahya Fuad, S.E. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pendampingan sebagai bagian dari langkah strategis UNIMUGO dalam mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. Menurutnya, pendirian Fakultas Kedokteran merupakan sebuah langkah besar yang membutuhkan kesiapan, perencanaan matang, serta sinergi dari seluruh unsur universitas dan pihak terkait.

Beliau berharap proses pendirian Fakultas Kedokteran dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya dari sisi administratif dan sarana prasarana, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, akademik, serta penguatan jejaring kerja sama.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Prof, Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum memberikan apresiasi atas ikhtiar UNIMUGO dalam mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. Proses ini tentu tidak hanya membutuhkan kesiapan secara administratif, tetapi juga kesiapan akademik, sumber daya manusia, sarana prasarana, tata kelola, jejaring rumah sakit, serta dukungan seluruh elemen persyarikatan.

Karena itu, seluruh proses persiapan harus dilakukan secara terencana, bertahap, dan berbasis standar mutu. Setiap persyaratan perlu dipetakan dengan baik, kemudian disiapkan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur pimpinan universitas, fakultas, persyarikatan, rumah sakit, tenaga akademik, maupun mitra strategis lainnya.

Selanjutnya, sambutan sekaligus pemaparan disampaikan langsung oleh Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.

Dalam paparannya, Rektor menjelaskan berbagai kesiapan dan persyaratan yang telah dimiliki UNIMUGO sebagai bagian dari proses pendirian Fakultas Kedokteran. Salah satunya adalah kesiapan sumber daya manusia dan pengembangan akademik yang terus diperkuat.

UNIMUGO saat ini memiliki 7 program studi dengan akreditasi Unggul. Selain itu, terdapat 21 Dosen yang sedang menempuh Program Doktor (S3),13 dosen yang telah terdata secara resmi di PDDIKTI, sementara 8 dosen lainnya telah menyelesaikan pendidikan namun masih menunggu penerbitan ijazah.

Dari sisi jabatan akademik, sebanyak 6 dosen telah menduduki jabatan Lektor Kepala, sedangkan 4 dosen lainnya sedang dalam proses pengajuan tahap II. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam penguatan kapasitas akademik UNIMUGO.

Tidak hanya pada aspek akademik, UNIMUGO juga terus menjaga tata kelola dan akuntabilitas kelembagaan. Hal ini ditunjukkan dengan diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama empat tahun berturut-turut.

Arah Transformasi Strategis

Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan arah transformasi strategis pendirian Fakultas Kedokteran UNIMUGO. Pendirian Fakultas Kedokteran dipandang sebagai bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat UNIMUGO sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak, khususnya dalam bidang kesehatan.

Sejalan dengan rencana tersebut, UNIMUGO juga menyiapkan strategi pengembangan program studi magister sebagai penguatan jenjang pendidikan dan keilmuan. Beberapa program magister yang menjadi prioritas meliputi:

  • Magister Keperawatan
  • Magister Hukum Kesehatan
  • Magister Manajemen Rumah Sakit
  • Magister Kebidanan

Pengembangan tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang semakin lengkap, mulai dari pendidikan vokasi, sarjana, profesi, hingga jenjang magister dan kedokteran.

Menuju Pusat Keilmuan Kesehatan Unggulan

Pendirian Program Studi Kedokteran menjadi salah satu prioritas UNIMUGO karena dinilai strategis dalam mendukung visi kampus menuju pusat keilmuan kesehatan unggulan.

Melalui penguatan sumber daya manusia, pengembangan program studi, tata kelola yang baik, serta jejaring kemitraan, UNIMUGO terus mempersiapkan diri agar mampu menghadirkan pendidikan kedokteran yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D., SpM memberikan pendampingan dan pengarahan terkait pendirian Fakultas Kedokteran. Beliau menyampaikan berbagai kiat dan strategi yang perlu dipersiapkan agar proses pendirian dapat berjalan secara sistematis dan memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan.

Pendampingan ini menjadi momentum penting bagi UNIMUGO untuk melakukan evaluasi, memperkuat kesiapan, sekaligus menyusun langkah strategis menuju terwujudnya Fakultas Kedokteran.

Dengan semangat UNIMUGO Unggul, Islami, Berkemajuan, dan Berdampak, pendirian Fakultas Kedokteran diharapkan menjadi bagian dari transformasi UNIMUGO dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan serta memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat./TAY

 

UNIMUGO JADI TUAN RUMAH SILATURAHMI PANDU KEHORMATAN DAN PELATIHAN NASIONAL HIZBUL WATHAN 2026

Foto bersama usai menerima sertifikat/piagam Kepanduan Hizbul Wathan. (Dok.Foto Humas UNIMUGO)

Gombong, 30 Agustus 2026 — Semangat kepanduan, silaturahmi, dan regenerasi kader berpadu dalam kegiatan Silaturahmi Pandu Kehormatan, Pelatihan Nasional, serta Pengukuhan Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2 Hizbul Wathan Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Sabtu–Ahad, 29–30 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Hizbul Wathan untuk kembali mempererat ukhuwah, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen dalam menyiapkan kader-kader kepanduan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi persyarikatan, masyarakat, dan bangsa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah Dr. Slamet Widodo, M.Pd., Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, M.M., Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah Ramanda Taufik, jajaran Kwarda Hizbul Wathan Jawa Tengah, para pelatih HW, serta Pandu Senior Hizbul Wathan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran para pandu senior dari berbagai daerah, di antaranya Klaten, Solo, Cepu, Semarang, Pekalongan, Cilacap, dan Kebumen, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar agenda pertemuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyambung kembali jejaring silaturahmi dan pengalaman kepanduan lintas generasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengukuhan Ramanda dan Bunda Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2, yang sebelumnya mengikuti proses pendidikan di Klaten. Agenda kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi yang menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pengembangan gerakan kepanduan Hizbul Wathan serta penguatan peran para pandu senior dalam membina kader di berbagai daerah.

Pada hari kedua, peserta disuguhi penampilan dari Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kabupaten Cilacap yang semakin menambah semarak suasana kegiatan sekaligus memperlihatkan kreativitas dan semangat generasi kepanduan Hizbul Wathan.

UNIMUGO Dorong Regenerasi dan Penguatan Kader

Dalam sambutan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Wakil Rektor III UNIMUGO, Dr. Ns. Ike Mardiati A., M.Kep., Sp.Kep.J, disampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepada UNIMUGO sebagai tuan rumah kegiatan.

Ia juga menyampaikan bahwa UNIMUGO terus melakukan transformasi dan penguatan kelembagaan untuk menjadi perguruan tinggi yang semakin berkualitas dan berkemajuan.

“Pertama-tama kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah atas kepercayaannya kepada UNIMUGO. UNIMUGO terus bertransformasi dan berikhtiar untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah Ramanda Taufik menyampaikan apresiasi kepada UNIMUGO yang telah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan silaturahmi dan pengukuhan Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2.

Menurutnya, pertemuan tersebut memiliki makna penting karena mempertemukan para pandu senior dari berbagai daerah dalam satu ruang silaturahmi dan penguatan gerakan.

“Alhamdulillah, pada kesempatan yang berbahagia ini hadir pandu senior dari Klaten, Solo, Cepu, Semarang, Pekalongan, Cilacap, dan Kebumen. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kader-kader di akar rumput melalui gerakan kepanduan Hizbul Wathan,” tutur Ramanda Taufik.

Ia berharap semangat para pandu senior tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi terus ditransformasikan menjadi energi untuk membangun dan menghidupkan gerakan kepanduan Hizbul Wathan di tengah masyarakat.

Rektor UNIMUGO Prof.Dr.Sofyan Anif, M.Si dan Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, M.M memberikan ucapan selamat kepada peserta Hizbul Wathan. (Dok. Foto UNIMUGO)

Rektor UNIMUGO: Jadikan Silaturahmi sebagai Energi untuk Mengabdi

Membuka secara resmi kegiatan tersebut, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Kampus UNIMUGO.

Dalam amanatnya, Rektor menekankan bahwa silaturahmi bukan hanya tentang mempertemukan orang-orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang sama, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan gagasan, serta menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi umat dan bangsa.

Menurutnya, pengalaman panjang para pandu senior merupakan aset penting yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat pengabdian yang tumbuh dalam gerakan kepanduan sangat relevan untuk menjawab tantangan generasi saat ini.

“Semoga pertemuan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan melahirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Prof. Sofyan Anif.

Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan keberkahan bagi seluruh peserta.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan kepada kita semua. Semoga dari kegiatan ini lahir kader-kader Hizbul Wathan yang tangguh, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap memberikan pengabdian terbaik bagi umat, persyarikatan, dan bangsa,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, UNIMUGO melalui momentum ini menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi ruang kolaborasi, silaturahmi, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter dan berdampak.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNIMUGO untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian.

Dua hari di Auditorium UNIMUGO pun menjadi bukti bahwa silaturahmi dapat menjadi jembatan antargenerasi, pengalaman dapat menjadi bekal regenerasi, dan kepanduan dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader yang siap mengabdi dan memberi dampak.

Dari UNIMUGO, semangat kepanduan terus menyala. Dari para senior, pengalaman diwariskan. Dari generasi muda, masa depan gerakan dipersiapkan.

UNIMUGO PERKUAT SINERGI MITRA, WUJUDKAN KOLABORASI YANG BERDAMPAK BAGI MASYARAKAT

Foto bersama dengan Mitra Kerjasama UNIMUGO. DOk. Foto Humas UNIMUGO

GOMBONG, 27 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus memperkuat komitmennya dalam membangun kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga dan instansi melalui kegiatan Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Pengembangan Kerjasama dengan Mitra Kerjasama yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNIMUGO dan para mitra untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan kolaborasi, sekaligus menyusun langkah strategis agar kerja sama yang terjalin semakin memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UNIMUGO, Ns. Dadi Santoso, M.Kep., Ph.D., Direktur RS PKU Muhammadiyah Gombong, serta perwakilan dari berbagai institusi dan instansi mitra. Di antaranya Polres Kebumen yang diwakili Kabag SDM Kompol Heryu Wibowo, S.Pd., Tata Pemerintahan Kabupaten Kebumen, sejumlah OPD Kabupaten Kebumen, RSDS Kebumen, RSUD Banyumas, RSUD Wonosobo, RSUD Banjarnegara, Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, serta berbagai mitra kerja sama lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UNIMUGO, Ns. Dadi Santoso, M.Kep., Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan merupakan bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, kerja sama tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan dokumen atau kesepakatan formal, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai program yang konkret, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masing-masing institusi.

“Kerja sama harus kita dorong agar tidak berhenti pada MoU atau MoA, tetapi dapat diimplementasikan dalam program-program nyata. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah kerja sama dapat dilihat dari manfaat yang dihasilkan bagi kedua belah pihak maupun masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa UNIMUGO memiliki komitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai stakeholder, baik pemerintah, dunia kesehatan, kepolisian, organisasi, maupun lembaga lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kontribusi UNIMUGO di tengah masyarakat.

Selanjutnya, Kepala Biro Humas dan Kerjasama UNIMUGO, Ns. Irmawan Andri N., M.Kep., Ph.D., menyampaikan pemaparan mengenai visi dan misi UNIMUGO serta arah pengembangan kerja sama yang berkesinambungan dengan para mitra.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa UNIMUGO tidak memandang kerja sama sekadar sebagai hubungan kelembagaan, tetapi sebagai bagian dari strategi untuk memperluas ruang pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta implementasi berbagai program yang relevan dengan kebutuhan mitra.

Melalui jejaring kerja sama yang semakin luas, UNIMUGO berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan dan program yang berkarakter, mencerahkan, unggul, serta memberikan dampak nyata.

“Visi dan misi UNIMUGO harus berjalan beriringan dengan kebutuhan mitra. Karena itu, kerja sama yang dibangun harus memiliki kesinambungan, memiliki program yang jelas, serta dapat diukur manfaat dan dampaknya,” jelas Ns. Irmawan.

Suasana kegiatan semakin dinamis ketika memasuki sesi diskusi bersama para mitra. Berbagai masukan, pengalaman, kebutuhan, serta gagasan pengembangan kerja sama disampaikan secara terbuka. Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dengan mempertemukan perspektif UNIMUGO dan berbagai lembaga mitra.

Sejumlah poin penting yang mengemuka dalam diskusi antara lain penguatan implementasi kerja sama, peningkatan manfaat program bagi masing-masing pihak, optimalisasi sumber daya yang dimiliki, serta pengembangan program kolaboratif yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, UNIMUGO bersama para mitra berhasil merumuskan berbagai saran, bentuk implementasi, manfaat kerja sama, serta rencana tindak lanjut yang dapat menjadi pijakan dalam pengembangan kolaborasi ke depan.

Bagi UNIMUGO, forum ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi untuk memastikan setiap kerja sama yang telah dibangun benar-benar bergerak dari kesepakatan menuju aksi. Dengan demikian, kemitraan yang terjalin dapat memberikan nilai tambah bagi institusi, mitra, mahasiswa, tenaga pendidik, serta masyarakat.

Kegiatan Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Pengembangan Kerjasama ini menjadi bagian dari langkah UNIMUGO dalam memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul serta berdampak.

Ke depan, UNIMUGO berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dan mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia kesehatan, aparat penegak hukum, organisasi, serta berbagai stakeholder lainnya diharapkan mampu melahirkan inovasi dan program nyata yang memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh pihak untuk terus menjaga serta mengembangkan sinergi yang telah terbangun.

 

UNIMUGO LEPAS MAHASISWA KKN INTERNASIONAL, PERKUAT JEJARING DAN PENGABDIAN GLOBAL

Foto bersama sebelum keberangakatan peserta KKN Internasional. Dok. Foto Humas UNIMUGO

Gombong — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang terus berkembang dan berdaya saing global melalui pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Kawasan ASEAN dan Hongkong Tahun 2026. Kegiatan pelepasan dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO dan berlangsung dengan penuh semangat serta kebanggaan.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, MPH. Kehadiran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan nyata terhadap mahasiswa yang akan membawa nama baik UNIMUGO di tingkat internasional.

Pada tahun 2026, UNIMUGO mengirimkan enam mahasiswa terbaik dari Program Studi Farmasi dan Manajemen untuk mengikuti KKN Internasional di kawasan ASEAN dan Hongkong. Sebanyak dua mahasiswa Farmasi akan melaksanakan program di Malaysia dan Singapura, dengan kegiatan daring pada 29 Juni – 1 Agustus 2026 dan kegiatan luring pada 9 –13 Agustus 2026. Sementara itu, empat mahasiswa dari Program Studi Farmasi dan Manajemen akan mengikuti program di Hongkong, dengan pelaksanaan daring pada 29 Juni–1 Agustus 2026 dan luring pada 27–31 Agustus 2026.

Dalam laporannya, Ketua LP2M UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, MPH menyampaikan bahwa KKN Internasional merupakan bagian dari upaya UNIMUGO memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus meningkatkan pengalaman pengabdian mahasiswa di lingkungan multikultural. Program ini tidak hanya menjadi sarana belajar di luar negeri, tetapi juga wadah untuk mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan mahasiswa.

“Mahasiswa UNIMUGO akan menjalankan program International Community Services bersama PCIM dan PCIA Malaysia, serta mengikuti kunjungan lapangan dan pengalaman budaya internasional bersama PCIM dan PCIA Hongkong guna memperkuat jejaring global, kepedulian sosial, dan wawasan multikultural.”, imbuhnya.

Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menunjukkan karakter unggul, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berbagi dengan masyarakat internasional. Menurut beliau, mahasiswa UNIMUGO harus mampu menjadi duta kampus yang membawa nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan kemuhammadiyahan dalam setiap aktivitas pengabdian.

Peningkatan Kolaborasi dan Penyusunan Program Tindak Lanjut

Senada dengan itu, Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep. menekankan pentingnya memperkuat jejaring dan pengabdian global. Ia berharap pengalaman KKN Internasional dapat membuka wawasan mahasiswa tentang tantangan dunia global dan mendorong lahirnya kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan akademik maupun pengabdian masyarakat di masa depan.

Salah satu perwakilan mahasiswa peserta KKN Internasional 2026, Bagas Triya Laksana, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena mendapatkan kesempatan mewakili UNIMUGO dalam program internasional ini. Ia mengaku bangga dapat membawa nama kampus ke tingkat global dan berharap pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan kontribusi kepada masyarakat.

Adapun mahasiswa peserta KKN Internasional UNIMUGO Tahun 2026 terdiri dari:

  • Putri Salsabila Fatikasari – Program Studi Farmasi Program Sarjana
  • Aida Arin Daniar – Program Studi Farmasi Program Sarjana
  • Marwa Azzah Afandi – Program Studi Farmasi Program Sarjana
  • Zahrah Intan Nanda Pertiwi – Program Studi Farmasi Program Sarjana
  • Nadia Sekar Ayu Nurcahyo – Program Studi Manajemen Program Sarjana
  • Bagas Triya Laksana – Program Studi Manajemen Program Sarjana

Mengabdi Lintas Negara, Berdampak untuk Sesama

Melalui program ini, UNIMUGO semakin menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif membangun pengalaman internasional bagi mahasiswanya. KKN Internasional menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIMUGO mampu melangkah lebih jauh, memperluas jejaring dunia, dan menghadirkan pengabdian yang berdampak lintas negara.

Dengan semangat “Berkarya untuk Negeri, Berdampak untuk Dunia”, UNIMUGO terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

 

UNIMUGO WUJUDKAN KAMPUS BERDAMPAK LEWAT KKN-MAs 2026

Rektor, Wakil Rektor I dan LP2M UNIMUGO Melepas 75 Mahasiswa ikuti KKN-MAs 2026. Dok. Foto Humas

Gombong – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pelepasan 75 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN-MAs) Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026, di lingkungan Kampus UNIMUGO sebagai bekal awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung mengabdi di tengah masyarakat.

KKN Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN-MAs) merupakan program pengabdian masyarakat berskala nasional yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai PTMA di Indonesia untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui semangat dakwah pencerahan, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Pada penyelenggaraan tahun 2026, 43 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) turut berpartisipasi dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.100 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa. Kolaborasi lintas kampus dan lintas budaya ini menjadi kekuatan besar dalam membangun sinergi untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.

Dari UNIMUGO, sebanyak 75 mahasiswa resmi diberangkatkan sebagai delegasi kampus, terdiri atas 10 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 65 mahasiswa Program Studi Farmasi Program Sarjana. Mereka dijadwalkan berangkat menuju lokasi pengabdian pada 29 Juli 2026, dengan masa pelaksanaan KKN berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Prosesi pelepasan dihadiri oleh Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I, Dr. Isma Yuniar, M.Kep., Ketua LP2M UNIMUGO, Dr. Siti Mutoharoh, MPH, beserta para dosen pembimbing dan seluruh mahasiswa peserta KKN-MAs.

Dalam sambutannya, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang pembelajaran nyata untuk membangun karakter kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kemampuan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Beliau berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi representasi terbaik UNIMUGO dengan menunjukkan sikap profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap aktivitas pengabdian.

Sementara itu, Wakil Rektor I, Dr. Isma Yuniar, M.Kep., mengingatkan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari program kerja yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, menghargai budaya masyarakat setempat, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2M UNIMUGO, Dr. Siti Mutoharoh, MPH, menyampaikan bahwa KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah merupakan momentum strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga mendorong seluruh peserta untuk menjaga semangat kolaborasi, disiplin, serta menjunjung tinggi etika selama menjalankan pengabdian.

Mewakili seluruh peserta, Koordinator Mahasiswa KKN-MAs UNIMUGO, Nur Rizka Alfadila, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen seluruh peserta untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat serta membawa pulang pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan profesional maupun pengabdian di masa depan.

Keikutsertaan dalam KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah menjadi bukti nyata bahwa UNIMUGO terus menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Melalui kolaborasi nasional bersama puluhan PTMA, mahasiswa UNIMUGO didorong untuk menjadi insan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Dengan semangat “Knowledge, Morality, Civilization”, Universitas Muhammadiyah Gombong terus memperkuat perannya sebagai kampus yang melahirkan lulusan profesional, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak.

TINGKATKAN KOMPETENSI PERAWATAN LUKA MODERN, UNIMUGO GELAR TWO DAYS WORKSHOP BASIC MODERN (WOUND CARE)

Stop Amputasi! Peserta dan Instruktur foto bersama saat akan melaksanakan kegiatan Workshop Wound Care. Dok. Foto Humas UNIMUGO

Gombong – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan profesional melalui penyelenggaraan Two Days Workshop Basic Modern Dressing (Wound Care). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 7–8 Juli 2026, ini merupakan hasil kolaborasi antara DM Wound Care, Pedis Care, dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO.

Workshop ini diikuti oleh 58 mahasiswa Program Profesi Ners sebagai upaya meningkatkan kompetensi klinis dalam penatalaksanaan luka modern (modern wound care), yang kini menjadi salah satu keterampilan penting bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO, Dyah Puji Astuti, MPH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keperawatan menuntut lulusan memiliki keterampilan berbasis bukti (evidence-based practice), khususnya dalam penanganan luka.

“Workshop ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik klinis. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan pelayanan kesehatan modern sehingga siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi, Ns. Wuri Utami, M.Kep., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa sebelum terjun secara profesional di berbagai rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, perawatan luka modern telah berkembang sangat pesat dan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai asesmen luka, pemilihan balutan yang tepat, pencegahan infeksi, hingga percepatan proses penyembuhan luka berdasarkan kondisi pasien.

“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui pendampingan langsung dari para praktisi yang telah berpengalaman di bidang wound care. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh wawasan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan dalam praktik keperawatan profesional,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan DM Wound Care, Ns. Vonny Nurmalya M., M.Kep., WOC(ET)N, menyampaikan bahwa penanganan luka modern tidak hanya berfokus pada proses penyembuhan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan yang tepat, aman, dan berbasis perkembangan ilmu terkini.

Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan perlu memahami karakteristik berbagai jenis luka, teknik asesmen yang akurat, pemilihan dressing yang sesuai, hingga evaluasi hasil perawatan secara berkesinambungan.

“Melalui workshop ini kami berharap peserta memiliki pemahaman yang benar mengenai prinsip-prinsip modern dressing sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Pimpinan Pedis Care, Ns. Ahmad Hasyim W., M.Kep., MN., Sp.Kep.MB., WOC(ET)N. Menurutnya, kompetensi dalam bidang wound care menjadi kebutuhan yang semakin penting, terutama dalam menangani kasus-kasus luka kronis seperti diabetic foot ulcer, pressure injury, maupun berbagai jenis luka lainnya yang memerlukan penanganan khusus.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyembuhan luka tidak hanya ditentukan oleh penggunaan balutan modern, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan asesmen komprehensif, edukasi kepada pasien, serta kolaborasi interprofesi.

“Mahasiswa profesi merupakan calon perawat yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan standar praktik terkini agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas,” tuturnya.

Peserta prakterk langsung penangan dan perawata luka. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi komprehensif mengenai konsep dasar modern wound care, klasifikasi luka, prinsip pemilihan dressing, teknik perawatan luka modern, praktik langsung (hands-on), hingga diskusi kasus klinis yang dipandu oleh para instruktur bersertifikat di bidang wound care.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan materi teoritis, mahasiswa juga berkesempatan melakukan praktik langsung menggunakan berbagai jenis balutan modern dengan pendampingan intensif dari narasumber, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan aplikatif.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, UNIMUGO kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan. Kolaborasi bersama praktisi profesional menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memberikan pelayanan keperawatan terbaik bagi masyarakat.

 

Translate »